Friday, February 1, 2013

Mengobati Hati yang Galau..

Oleh: M. Arifin Ilham



"Ustaz, akhir-akhir ini hati Bunda seperti terserang virus galau: tidak tenang, gelisah, makan tidak enak, bahkan tidur juga tidak bisa nyenyak. Sering marah-marah dan mudah emosi. Tolong nasihati Bunda, Ustaz ..!" keluh seorang  jamaah selepas halaqah Shubuh.
Rasanya keadaan ini lumrah terjadi terhadap siapa saja. Bahkan, boleh dibilang manusiawi. Setiap manusia pasti akan melewati fase spiritual yang fathroh (menyimpang) dari kelaziman ini. Sebenarnya banyak faktor mengapa keadaan fathroh ini bisa melekat begitu saja terhadap manusia. Salah satu di antaranya adalah ketidaksiapan hati dan tergerusnya akar tauhid.

Jangan tidur diwaktu pagi!!!



MENURUT para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).

Mujahid Muda dan Istri penyabar


Kisah nyata ini diceritakan oleh seorang anggota Harakah Ansar Iran (Kelompok Mujahidin Ahlus Sunnah wal Jamaah di Iran) melalui situs resminya, tentang seorang mujahid dan istrinya yang penyabar. Berikut kisahnya:
Saya akan menceritakan kepada kalian sebuah kisah yang indah tentang seorang mujahid muda ketika ia baru pertama kali bergabung di jajaran Mujahidin, beberapa tahun lalu. Tahukah kalian, ia adalah seorang mujahid yang cintanya terhadap Allah dan Jihad sangat besar. Ia berangkat untuk menunaikan kewajibannya pada saat Subuh setelah hari pernikahannya. Tetapi yang sangat luar biasa adalah apa yang istrinya katakan ketika ia hendak pergi. Sang istri mengatakan, "Aku akan senantiasa bersujud kepada Allah hingga engkau kembali atau jasadmu kembali." Dengan dorongan semangat ini, ia meninggalkan kesenangan duniawi, demi sebuah hidup penuh kesulitan dan pengorbanan.

Fitnah Akhir Zaman



TIDAK ada keraguan bagi orang yang beriman terhadap segala berita yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, masuk akal ataupun tidak. Karena mereka meyakini bahwa segala yang diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sepanjang riwayatnya shahih, merupakan berita wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan segala perkara yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkait dengan Dajjalseperti sifat-sifatnya, kejadian-kejadian luar biasa yang diperbuatnya, masa tinggalnya di atas dunia, para pengikutnya, tempat turunnya, siapa yang akan membunuhnya dan sebagainya–bagi orang yang beriman bukanlah sebuah khurafat dan tahayul yang menjajah akal serta hati mereka.

Thursday, January 31, 2013

Sejarah Kaum Sodom (2)



oleh: Afriza Hanifa dan A.Syalaby Ichsan

Lalu suatu hari, Allah mengutus tiga malaikat untuk menyamar menjadi pria yang sangat tampan nan mempesona. Mereka menuju sungai dimana putri Luth tengah mengabil air. "Wahai nona, adakah tempat istirahat disini?" ujar salah seorang malaikat menyamar sebagai musafir, bertanya pada seorang putri Luth. 
Melihat wajah yang sangat luar biasa, putri Luth ketakutan mereka akan dilukai warga jika memasuki negeri Sodom. "Tunggulah disini sampai aku memberitahu kalian kepada ayahku dan kembali," ujar putri Luth lantas segera berlari pulang ke rumah meninggalkan bejana air. Setibanya dirumah, ia pun melaporkannya pada sang ayah dengan menangis.

Sejarah kaum sodom (1)



oleh:  Afriza Hanifa dan A.Syalaby Ichsan

Kaum gay sudah hidup ribuan tahun lalu, seperti diberitakan kitab suci. Syahdan, seorang putra Haran dari wilayah Ur, Luth (Lot) mengikuti jejak pamannya, Ibrahim (Abraham) ke negeri Kanaan. 
Setiba disana, Luth ditugaskan Allah berdakwah. Luth pun mendatangi Kota Sodom di utara Laut Mati dan Gamora (Gomorrah)berlokasi di sepanjang timur laut Laut Mati.

Pemain Arsenalpun Hafal 19 Juz, Kita....???




BERAPA juz Al-Quran yang sudah Anda hafal? Jika ini ditanyakan kepada Abou Diaby—pemain bola profesional dari klub Liga Primer Inggris Arsenal—kemungkinan besar kita akan berdecak kagum.
Tidak hanya lihai dalam mengolah ‘si kulit bundar’ dan memberikan umpan kepada rekan satu timnya dalam sepak bola, Diaby juga dikenal sebagai pemeluk Islam yang taat menjalankan ibadahnya sebagai seorang muslim. Mengagumkannya lagi, ternyata Diaby juga tercatat sebagai seorang hafidz alias penghafal al-Qur’an sebanyak 19 juz!