Oleh: Dr. Adian Husaini
BAGAIMANA jika
kaum Kristen di Indonesia tidak lagi menggunakan kata ‘Allah’ dalam
Bibel dan ritual mereka, seperti diserukan sejumlah kelompok Kristen di
Indonesia? Jawabnya: tidak apa-apa. Sebab, kaum Kristen Barat, yang
menjadi sumber agama Kristen di Indonesia, juga tidak menggunakan kata
‘Allah’. Lagi pula, kata ‘Allah’ juga tidak dikenal dalam teks asal
kitab kaum Kristen, yang berbahasa Ibrani dan Yunani kuno.
Juga,
hingga kini, kaum Kristen pun terus berdebat tentang siapa nama Tuhan
mereka yang sebenarnya. Sebelumnya telah dipahami, bagaimana perdebatan
seputar nama “YHWH”; apakah itu nama atau sebutan Tuhan. Sebagian
Kristen mengklaim, YHWH adalah nama Tuhan, tetapi tidak diketahui dengan
pasti bagaimana menyebutnya, sehingga lebih aman dibaca ‘Adonai’. Dalam
Bibel bahasa Indonesia, YHWH diterjemahkan dengan ‘TUHAN’, dalam
sebagian Bibel edidi bahasa Inggris diterjemahkan menjadi ‘the LORD’.
Dalam bahasa Arab, YHWH dialihbahasakan menjadi ‘al-Rabb’. Pandangan
jenis ini dianut oleh Kristen mainstream yang diwakili oleh Lembaga
Alkitab Indonesia (LAI).
Manusia akan mencari jalan pulang masing-masing, hanya yang punya akalah yang paling beruntung
Sunday, February 3, 2013
Tetaplah di dalam Rumah Wahai Wanita Solehah
“JADI saya pikir pada saat itu setiap wanita akan bereaksi
dengan berbagai cara yang berbeda. Beberapa wanita pada saat itu tidak akan
memasak, sedangkan yang lainnya akan terlibat dialog dengan suami mereka. Di
Seluruh negeri beberapa wanita akan keluar untuk berunjuk rasa. Mereka akan
menekan anggota Kongres Senator agar meluluskan undang-undang yang mempengaruhi
peran wanita.“
Kalimat di atas diucapkan Betty Friedan untuk menyambut demo
besar-besaran wanita pada tanggal 26 Agustus 1970 di Amerika Serikat. Friedan adalah
seorang tokoh feminis liberal yang ikut mendirikan dan kemudian diangkat
sebagai presiden pertama National Organization for Woman pada tahun
1966. Ia menjadi pemimpin aksi untuk mendobrak UU di Amerika yang melarang
aborsi dan pengembangan sifat-sifat maskulin oleh wanita.
Friday, February 1, 2013
Ketika Non Muslim pun ikut Berjilbab
Kata siapa jilbab hanya dipakai oleh kaum muslimah saja? Ternyata
non muslim sangat berminat untuk mencoba menggunakan jilbab seperti yang
dilakukan beberapa Negara Eropa dan Amerika dalm rangka memperingati hari
jilbab sedunia. Menariknya mereka justru sangat antusias ketika mereka memakai
jilbab dan sangat merasakan efek dari mengguanakanya. Stigma negative dan
pandangan miring terhaddap muslimah yang memakai jilbab di Negara tersebut
sekaligus menghapus keraguan dan ketakutan atas apa yang terjadi selama ini
mengenai preseden buruk tentang wanita muslimah yang memakai jilbab. Hal ini
diungkapkan oleh salah seorang perempuan inggris yang sebelumnya khawatir atas
kemungkinan ganguan jika dia memakai jilbab keliling kota, tapi apa yang
dirasakanya justru merasa nyaman karena terbebas dari ganngguan
pandangan-pandangan liar dari para lelaki yang nakal yang seolah ingin melumat
dirinya ketika dia menggunakan pakaian seksi dan tak berjilbab.
Mengobati Hati yang Galau..
Oleh: M. Arifin Ilham
"Ustaz, akhir-akhir ini hati Bunda seperti terserang
virus galau: tidak tenang, gelisah, makan tidak enak, bahkan tidur juga tidak
bisa nyenyak. Sering marah-marah dan mudah emosi. Tolong nasihati Bunda, Ustaz
..!" keluh seorang jamaah selepas halaqah Shubuh.
Rasanya keadaan ini lumrah terjadi terhadap siapa saja. Bahkan, boleh dibilang manusiawi. Setiap manusia pasti akan melewati fase spiritual yang fathroh (menyimpang) dari kelaziman ini. Sebenarnya banyak faktor mengapa keadaan fathroh ini bisa melekat begitu saja terhadap manusia. Salah satu di antaranya adalah ketidaksiapan hati dan tergerusnya akar tauhid.
Rasanya keadaan ini lumrah terjadi terhadap siapa saja. Bahkan, boleh dibilang manusiawi. Setiap manusia pasti akan melewati fase spiritual yang fathroh (menyimpang) dari kelaziman ini. Sebenarnya banyak faktor mengapa keadaan fathroh ini bisa melekat begitu saja terhadap manusia. Salah satu di antaranya adalah ketidaksiapan hati dan tergerusnya akar tauhid.
Jangan tidur diwaktu pagi!!!
MENURUT para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika
selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah
waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut
adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga
apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di
waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu
pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak
kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).
Mujahid Muda dan Istri penyabar
Kisah nyata ini diceritakan oleh seorang anggota Harakah
Ansar Iran (Kelompok Mujahidin Ahlus Sunnah wal Jamaah di Iran) melalui situs
resminya, tentang seorang mujahid dan istrinya yang penyabar. Berikut kisahnya:
Saya akan menceritakan kepada kalian sebuah kisah yang indah
tentang seorang mujahid muda ketika ia baru pertama kali bergabung di jajaran
Mujahidin, beberapa tahun lalu. Tahukah kalian, ia adalah seorang mujahid yang
cintanya terhadap Allah dan Jihad sangat besar. Ia berangkat untuk menunaikan
kewajibannya pada saat Subuh setelah hari pernikahannya. Tetapi yang sangat
luar biasa adalah apa yang istrinya katakan ketika ia hendak pergi. Sang istri
mengatakan, "Aku akan senantiasa bersujud kepada Allah hingga engkau
kembali atau jasadmu kembali." Dengan dorongan semangat ini, ia
meninggalkan kesenangan duniawi, demi sebuah hidup penuh kesulitan dan
pengorbanan.
Fitnah Akhir Zaman
TIDAK ada keraguan bagi orang yang beriman terhadap segala
berita yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, masuk akal
ataupun tidak. Karena mereka meyakini bahwa segala yang diberitakan oleh
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sepanjang riwayatnya shahih,
merupakan berita wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan segala perkara yang
disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkait dengan
Dajjalseperti sifat-sifatnya, kejadian-kejadian luar biasa yang diperbuatnya,
masa tinggalnya di atas dunia, para pengikutnya, tempat turunnya, siapa yang
akan membunuhnya dan sebagainya–bagi orang yang beriman bukanlah sebuah
khurafat dan tahayul yang menjajah akal serta hati mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)






